MALAS MEMBACA AKAN MUDAH MISPERSEPSI & TERMAKAN BERITA HOAX

Salah satu penyebab mudahnya berita hoax yang ada di Indonesia berkembang cepat saat ini adalah kurangnya minat membaca atau malas membaca dari sebagian orang Indonesia. Dunia saat ini sudah memasuki era digital, sehingga segala informasi dapat diperoleh & disebarluaskan dengan sangat mudah dari media internet dalam hitungan detik. Dulu, informasi kita bisa peroleh dari media seperti koran, TV, radio. Saat ini media tersebut bertambah dengan boomingnya media sosial. Dengan adanya media internet & media sosial, kita dapat terhubung dengan banyak orang di seluruh dunia serta mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia dengan sangat mudah. Dulu 1

Dulu 2

pengguna internet 2

Indonesia adalah salah satu negara yang penduduknya merupakan pengguna internet terbesar di dunia. Indonesia menempati posisi 4 dunia dibawah Cina, India & Jepang. Indonesia jumlah penduduk saat ini sekitar 260 juta jiwa. Sebanyak 132,2 juta adalah pengguna internet, dan dari 132,2 juta itu sebanyak 106 juta-nya adalah pengguna medsos aktif. Dari angka 106 juta itu, sebanyak 82,2 juta pengguna medsos tsb berperilaku utk koneksi dengan layanan bisnis (jual beli) online.

32253781_1902479436428866_3569409288046641152_o

Namun ironisnya, dari sekian juta banyaknya pengguna internet & medsos di Indonesia, tidak dibarengi dg kemampuan literasi yang baik, sehingga sering terjadi kesalahpahaman. Survey IPM (Indeks Pembangunan Manusia) pada thn 2012 lalu menempatkan Indonesia di posisi 124 dari 187 negara yang di survey khususnya utk pemenuhan kebutuhan aksara, dan survey IPISA (International Program for International Students Assessment) menempatkan Indonesia di posisi 69 dari 76 negara yang di survey, khususnya untuk kemampuan literasi (membaca) dari siswa Indonesia.

Berikut habit sebagian orang Indonesia yang malas membaca sehingga jadi salah paham & salah persepsi terhadap sesuatu hal yang sangat simple dari 2 contoh kasus dibawah ini.

CONTOH KASUS 1
Sebuah operator jual beli online menjual produk kabel konektor utk headset smartphone. Penjelasannya: “PC headset to smartphone adapter 3.5mm male to female splitter cable DT”. Jelas sekali disitu yg dijual adalah KABEL. Tapi malah masih ada bbrp orang yang tertipu, krn hanya baca sekilas & tergiur dg harga murah sehingga dikira yang dijual adalah berikut dengan headsetnya. Sudahnya salah malah balik menyalahkan ke pihak penjual (dapat dibaca  pada bagian komennya).

 

32239598_1902479506428859_3606339882168877056_o

CONTOH KASUS 2
Sebuah operator jual beli online menjual produk asesoris lapisan pelindung antigores layar smartphone utk merk Xiaomi yg sudah di diskon dari harga aslinya. Penjelasan di produknya: “Tempered Glass for Xiaomi Redmi Note 5A Screen – 100 Pcs”. SANGAT JELAS kan penjelasannya, bhw yg dijual adalah pelindung anti gores utk smartphone merk Xiaomi. Namun lagi2….masih ada juga yang tertipu dg iklan tsb. Dan akhirnya menyalahkan ke pihak penjual dg alasan “lain kali penjelasannya lebih detail dong!”. Bahkan ada yg bilang karena tidak mengerti bahasa Inggris jadi salah order.

Ironis sekali…

32294031_1902479413095535_2397273237923823616_n

32239660_1902479469762196_6749557825971683328_o

 

Saat kita membaca atau dapat informasi dari media, sangat disarankan kita benar-benar membacanya & memahami dengan baik. Ini yang dimaksud kemampuan literasi media. Berita atau informasi yang kita terima tidak cuma dibaca separuh atau judulnya saja, tapi dibaca sampai habis, kemudian dipahami makna & konteksnya yang dimaksud itu apa. Jangan hanya membaca bagian judulnya saja lalu langsung percaya lalu disebarluaskan ke banyak orang.

Nah….budayakanlah membaca, mencerna & memahami semua informasi yang diterima sebelum memutuskan. Jangan main sebarkan tanpa diklarifikasi dulu.

Smartphone for smart people
Smart technologies used by smart people

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

SAFETY RIDING & DEFENSIVE RIDING SKILLS

Safety riding dan defensive riding skill sering kali kita dengar dari pembahasan-pembahasan mengenai tata cara berkendara dan keahlian mengemudi. Tapi taukah bradercis semua apa itu safety riding dan defensive riding skills? Berikut akan dijelaskan secara rinci.

ridingsafety riding & defensive riding

SAFETY RIDING

Safety riding adalah perilaku berkendara yang aman dengan mengacu kepada standar keamanan dan aturan Undang-Undang berkendara di suatu negara. Kalau di Indonesia kita mengenalnya melalui UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (UULAJ). Safety Riding juga bisa disebut sebagai Skill-Based Riding atau berkendaraan dengan keterampilan dan pengalaman berdasarkan standar keselamatan berkendara.  Hal-hal dasar yang harus kita ketahui dalam standar keselamatan dalam berkendara antara lain adalah:

  1. Persiapan kondisi fisik pribadi pengendara.
  2. Persiapan kelengkapan surat berkendara.
  3. Persiapan kendaraan yang digunakan.

Pastikan kondisi fisik tubuh kita sebagai pengendara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani maupun psikologis. Hindari berkendaraan apabila fisik kurang fit, kurang tidur, sakit atau mabuk. Mabuk disini bukan hanya disebabkan karena miras, tapi juga bisa mabuk karena konsumsi obat yang dapat mengakibatkan kantuk atau pingsan.

Setelah memastikan kondisi fisik kita sehat/fit untuk berkendara, pastikan kelengkapan surat-surat ijin berkendara sudah dimiliki. SIM, STNK ataupun BPKB sudah ada lengkap. SIM yang digunakan juga harus sesuai peruntukkannya, berikut dibawah ini penggolongan SIM yang ada di Indonesia.

SIM

– Golongan SIM A
SIM untuk kendaraan bermotor roda 4 dengan berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3.500 Kg.

– Golongan SIM B1
SIM untuk kendaraan bermotor dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 Kg.

– Golongan SIM B2
SIM untuk kendaraan bermotor yang menggunakan kereta tempelan dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1.000 Kg.

– Golongan SIM C
SIM untuk kendaraan bermotor roda 2 yang dirancang dengan kecepatan lebih dari 40 Km/Jam.

– Golongan SIM D
SIM untuk kendaraan yang dirancang khusus untuk penyandang disabilitas (cacat).

Penggolongan SIM diatur pada UULAJ No 22/2009 pasal 80 mengenai “Bentuk dan Penggolongan Surat Izin Mengemudi”. Persyaratan memperoleh SIM adalah:

  1. cukup umur (minimal 17 th untuk SIM C & D, 18 th untuk SIM A, 20 Th untuk SIM B1, 21 th untuk SIM B2).
  2. sudah memiliki KTP.
  3. lulus ujian teori & praktek SIM yang dilakukan oleh Sat Lantas Kepolisian setempat.

STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) & BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor)

STNK adalah tanda bukti pendaftaran dan pengesahan suatu kendaraan bermotor berdasarkan identitas dan kepemilikannya yang telah didaftar. Di Indonesia, STNK diterbitkan oleh SAMSAT, yaitu tempat pelayanan penerbitan/pengesahan STNK oleh 3 instansi: Polri, Dinas Pendapatan Provinsi/Kota dan PT Jasa Raharja. STNK merupakan bukti kepemilikan yang sah atas sebuah kendaraan bermotor. Masa berlaku STNK adalah setiap 5 tahun. Setelah 5 tahun, STNK wajib didaftarkan/diperpanjang kembali dengan memeriksa nomor rangka dan mesin dari kendaraan. Sementara untuk pajak kendaraan wajib dibayarkan setiap tahun oleh pemilik.

stnk

Pada STNK tertera identitas pemilik, alamat pemilik, nomor STNK, nomor plat kendaraan, jenis kendaraan, warna kendaraan, nomor mesin, nomor rangka, kapasitas mesin, jenis BBM kendaraan, tahun produksi kendaraan, masa berlaku STNK, biaya pajak kendaraan.

BPKB adalah adalah buku yang dikeluarkan/diterbitkan oleh Sat Lantas Polri sebagai bukti kepemilikan kendaraan bermotor. BPKB berfungsi sebagai surat bukti kepemilikan kendaraan bermotor. Bersamaan dengan pendaftaran BPKB, diberikan juga STNK dan TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor).

BPKB_LamaBPKB_baru

BPKB model lama                                           BPKB model baru

Perbedaan BPKB lama & baru

  • Pada BPKB terbaru ada pencantuman Nomor Identitas KTP Pemilik yang masih berlaku, sedangkan yang lama tidak ada. Ini dimaksudkan untuk mencegah pemalsuan BPKB, makanya biasanya pihak dealer akan meminta KTP asli atau fotocopy KTP yang terjelas. Apabila tidak jelas akan ditolak oleh Pihak SAMSAT setempat.
  • Pada BPKB terbaru untuk kolom pengisian pergantian Nomor Polisi, maupun Mutasi/Balik Nama Pemilik cuma dibatasi sampai 3 lembar (lebih tipis), sedangkan pada BPKB yang lama bisa sampai 6 lembar. Inilah adalah terobosan terbaru dari SAMSAT, karena BPKB terbaru ini nantinya kemungkinan besar tak bisa dijadikan penjamin pinjaman di bank. Karena apabila lembar tersebut telah habis terisi, maka harus diganti dengan yang baru (BPKB kedua). Dengan sangat jelas sekali tidak dapat dijadikan alat penjamin, karena harus berganti BPKB apabila habis terisi.

Persiapan Kendaraan Yang Digunakan

Sebelum kita berkendaraan, sangat wajib kita memeriksa kondisi kendaraan yang akan kita gunakan. Ingat selalu urutan pemeriksaan T-CLOCK pada kendaraan anda. Adapun langkah-langkah pemeriksaan dasar kendaraan yang wajib kita lakukan adalah sebagai berikut.

  1. T (Tires) : memeriksa kondisi ban dan velg
  2. C (Controls) : memeriksa kemudi (stang stir), kanvas rem, minyak rem, tuas kopling dan tuas gas.
  3. L (Lights and Accesories) : memeriksa kondisi lampu–lampu, sistem kelistrikan dan kaca spion.
  4. O (Oils and Fluids) : Memeriksa oli mesin, oli shock breaker, oli rem, oli samping dan air radiator.
  5. C (Chasis and Chain) : memeriksa kondisi rangka, rantai, tangki bensin, suspensi, shock breaker dan gir/rantai/belt.
  6. K (Kick Stand) : memeriksa kondisi standar samping dan tengah.

— Servis rutin dan berkala sangat dianjurkan untuk menjaga kondisi kendaraan laik jalan.

DEFENSIVE RIDING

Apa yang dimaksud dengan Defensive Riding? Defensive Riding adalah perilaku berkendara yang dapat membuat kita terhindar dari kecelakaan atau masalah. Dapat dikatakan defensive riding adalah keahlian berikutnya dari safety riding. Defensive riding adalah teknik berkendara yang selalu memandang jauh kedepan dengan segala kondisi yang mungkin dapat terjadi di jalan raya.

Pola pikir defensive riding ini adalah selalu memiliki mindset bahwa pada saat kita berkendara di jalan raya, kita harus selalu menganggap pengendara lain dapat menjadi sumber bencana untuk kita karena ketidaktahuan mereka tentang berkendara atau berkendara tanpa memedulikan keselamatan orang lain. Terlebih jika kita berkendara dengan sepeda motor. Ingat….berkendara dengan sepeda motor memiliki potensi celaka 3 kali lebih fatal daripada jika berkendara dengan mobil.

Salah satu teknik defensive riding sebagai  langkah antisipasi adalah ketika menghadapi lampu kuning di persimpangan jalan. Ketika 100 meter di depan kita sudah melihat ada lampu traffic & sudah berubah ke lampu kuning menuju merah, langkah defensive yang dilakukan adalah bersiap-siap untuk mengurangi kecepatan dan berhenti. Prosedur aman yang dilakukan adalah (1) cek spion (2) kurangi kecepatan (3) berhenti di belakang garis putih.

Membiasakan pandangan jauh kedepan, menjaga jarak aman, sering melirik ke kaca spion tiap 5 detik sekali, rajin menoleh saat akan bermanuver dan jari tidak standby di rem depan adalah termasuk perilaku dalam defensive riding. Kenapa jari tidak standby di tuas rem? Karena apabila jari selalu standby di tuas rem, pegangan tangan pada kemudi tidak akan maksimal apabila menghadapi situasi yang mendadak refleks menekan rem & potensi rem depan dapat terkunci yang bisa mengakibatkan celaka.

Tips lain defensive riding adalah saat kita menghadapi persimpangan tanpa lampu traffic (lampu isyarat). Pada Ps. 113 UULAJ disebutkan bahwa apabila kita menghadapi persimpangan jalan tan[a lampu isyarat, kita wajib memberika prioritas jalan kepada pengendara yang datang dari arah sebelah kiri.

Persimpangan

Pada foto diatas, dijelaskan bahwa kendaraan yang ditengah harus memberikan prioritas jalan pada kendaraan yang dapat dari sebelah kirinya. Bunyi dari Ps. 113 yakni:

1. Pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi wajib memberikan hak utama kepada:

a. Kendaraan yang datang dari arah depan dan/atau dari arah cabang persimpangan yang lain jika hal itu dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas atau Marka Jalan;

b. Kendaraan dari Jalan utama jika Pengemudi tersebut datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan Jalan;

c. Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan sebelah kiri jika cabang persimpangan 4 (empat) atau lebih dan sama besar;

d. Kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah kiri di persimpangan 3 (tiga) yang tidak tegak lurus; atau

e. Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan 3 (tiga) tegak lurus.

Memahami dan mengetahui potensi-potensi bahaya di jalan saat berkendara juga termasuk sebagai defensive riding skills, karena dengan mengetahui potensi bahaya kita akan jauh lebih waspada saat berekendara. Potensi-potensi bahaya yang bisa terjadi di jalan adalah:

  1. Diri sendiri: sadari kemampuan berkendara kita sebelum berkendara di jalan.
  2. Pengendara lain: waspada dengan cara pengendara lain berkendara.
  3. Kurangnya pengetahuan aturan jalan.
  4. Emosi: berkendara di jalan sangat mudah memicu emosi jika melihat pengendara lain melakukan kesalahan atau misalnya menabrak kendaraan yang kita kendarai.
  5. Perilaku berkendara.
  6. Kendaraan posisi diam (parkir, berhenti, menepi).
  7. Benda tak bergerak (papan reklame, lampu traffic, rambu, pohon, tiang listrik dll).
  8. Kondisi jalan (rusak, berlubang, bumpy road, serpihan, genangan air/banjir, dll)
  9. Cuaca (hujan, panas terik, banjir, angin kencang dll)
  10. Hewan.
  11. Pejalan kaki.

Masih banyak lagi potensi bahaya saat berkendara di jalan raya.

Teknik safety riding & defensive riding adalah perpaduan antara skill dan strategi yang harus dipakai saat sedang berkendara di jalan. Walaupun disini lebih banyak dibahas dari sisi pengendara motor, teknik safety riding & defensive riding juga berlaku untuk berkendara dengan mobil.

Kita tentunya tidak ingin celaka di jalan raya. Untuk itu, selalu utamakan keselamatan diri sendiri dulu sebelum kita berkendara. Pastikan kondisi tubuh sangat fit untuk berkendara. Apabila lelah/mengantuk setelah berkendara dalam waktu lama, sangat disarankan untuk menepi di tempat yang aman untuk beristirahat sejenak. Manusia normal umumnya mampu berkonsentrasi berkendara selama kurang lebih 3-4 jam. Jangan paksakan untuk berkendara saat tubuh sudah lelah.

 

Salam satu aspal bradercis….

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MENGELOLA GENERASI MILENIAL DI LINGKUNGAN KERJA

Pada tulisan saya sebelumnya tentang perbedaan karakter & pola pikir antar generasi-generasi dalam kehidupan saya sudah membahas perbedaan dari generasi Baby Boomers hingga ke generasi Alpha (generasi milenial). https://wordpress.com/post/ardhashbc003.wordpress.com/251

Kali ini saya akan mencoba membahas tentang bagaimana mengelola generasi milenial dalam sebuah lingkungan kerja.

Generasi milenial saat ini adalah mereka yang berusia antara 18 sd. 30 tahun. Jumlah ini cukup banyak di Indonesia saat ini. Populasi Indonesia saat ini adalah sekitar 260 juta jiwa. Dari 260 juta penduduk Indonesia tersebut 62,4 juta penduduk Indonesia adalah anak muda antara usia 12-25 tahun. Artinya, populasi generasi muda yang mencapai 25% dari populasi nasional. Sebuah jumlah yang cukup besar dan angkatan kerja yang sangat signifikan untuk negara ini kedepannya.

Sebagian dari mereka kini sudah banyak yang melangkah ke dunia kerja dari usia paling muda 18 tahun, sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 13 Thn 2003 Tentang Ketenagakerjaan menegnai batas usia minimal untuk bekerja. Nah, saat di dunia kerja inilah akan ada potensi terjadinya benturan sosial dengan generasi ini dari atasan yang notabene adalah banyak “datang” dari Generasi X, yaitu mereka yang lahir antara tahun 1965 sd. 1980. Benturan sosial yang kemungkinan akan terjadi antara lain perbedaan pandangan, perbedaan pola pikir (mindset) & etos kerja. Bagaimana kita mengelola pribadi-pribadi ini dalam lingkungan kerja agar lingkungan kerja tetap kondusif & harmonis?

Agar menghindari benturan sosial yang disebabkan oleh perbedaan generasi ini, ada baiknya kita mengetahui hal-hal berikut.

GENERASI X

generasi X

(Sumber foto: https://glitzmedia.co/post/leisure/career-money/mengenal-karakter-4-generasi-baby-boomer-x-y-dan-milenial-dalam-pekerjaan)

Yang pertama harus kita pahami adalah Generasi X merupakan Generasi yang sedikit banyak masih dipengaruhi oleh pola pikir generasi baby boomers, karena secara usia  generasi x adalah keturunan generasi baby boomers. Keberanian generasi ini dalam mengambil keputusan & resiko didasari oleh pola pikir generasi sebelumnya yang dipadukan dengan memperhatikan perkembangan realita. Kejadian-kejadian yang terjadi di beberapa belahan dunia di masa rentang waktu tahun 60-an s/d 70-an juga mempengaruhi pola pikir manusia generasi ini. Generasi ini juga generasi transisi karena tahun 60-an hingga 80-an merupakan masa peralihan perkembangan teknologi, dari teknologi kuno menuju awal teknologi modern.

Karakteristik mereka adalah kemandirian & keberanian dalam mengambil keputusan serta resiko dengan cepat namun diperhitungkan dengan cukup matang. Cara generasi ini berkomunikasi tidak suka yang bertele-tele & tidak penuh basa basi, mereka lebih suka dengan cara komunikasi informal, misalnya mengobrol santai, diskusi sambil duduk minum kopi di tempat yang nyaman & santai. Generasi ini kurang suka dengan gaya komunikasi lewat media personal seperti chatting, tapi suka menggunakan email.

Generasi ini pandai mengatur waktu untuk dapat bekerja maksimal, efisien & terarah. Job description & struktur kerja yang jelas menjadi salah satu tolok ukur bagi generasi ini agar mereka dapat bekerja maksimal & efisien serta meminimalisir beban pekerjaan. Pemikiran & wawasan generasi ini luas dapat dikatakan open minded. Namun kekurangannya sebagian dari mereka ini terkadang sering bersikap skeptis pada sesuatu yang belum pasti, sehingga untuk mempercayainya cukup sulit bagi mereka tanpa ada dasar/bukti yang benar-benar nyata. Tapi bukan berarti generasi ini kemudian menjadi malas untuk mencoba, seperti yang ditulis diatas, generasi ini cukup berani mengambil resiko dengan pertimbangan matang dengan memperhatikan realita.

GENERASI Y

 

Gen.Y

(Sumber foto: https://glitzmedia.co/post/leisure/career-money/mengenal-karakter-4-generasi-baby-boomer-x-y-dan-milenial-dalam-pekerjaan)

Generasi ini dinilai sebagai generasi yang mulai menyukai dengan jaman yang sudah serba computerized. PC (Personal Computer) melanda masyarakat, ini karena komputer telah digunakan untuk berbagai aspek kehidupan manusia. Bahkan di era itu mulai diperkenalkan games di dalam bentuk komputer (Video games). Ditambah lagi, pada tahun 80-an teknologi internet telah diperkenalkan. Generasi ini mulai mencari dan mendapatkan ilmu dengan cara yang mudah melalui akses internet. Pola pikir & karakter generasi ini dapat dikatakan generasi penuh ide-ide visioner & inovatif untuk melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan dan penguasaan iptek.

Dalam lingkungan kerja, generasi ini merupakan generasi yang pekerja keras namun mereka tetap memiliki mindset untuk memanfaatkan waktu libur mereka dengan memenuhi kebutuhan relaksasi mereka. Mereka mengaktualisasikan diri saat waktu libur mereka. Istilah mereka adalah “quality time” & “me time“. Sebagian dari mereka dikategorikan “workaholic” karena mereka menanggap kantor seperti rumah keduanya. Karena pola pikir seperti inilah mereka mengaktualisasikan diri mereka saat libur dengan cara yang fun. Generasi ini juga menyukai gaya komunikasi yang lebih santai & tidak suka dengan gaya terlalu serius.

Bagi generasi ini prestasi kerja adalah ambisi pribadinya untuk berprestasi mentereng di kantor sebagai gaya hidupnya. Terkadang dengan pola pikir ambisius inilah yang menyebabkan generasi ini selalu mencari-cari pekerjaan yang mampu menunjang gaya hidupnya & gengsinya. Dengan kata lain, mereka mencari pekerjaan dengan penghasilan yang lebih tinggi lagi & jabatan mentereng sebagai tolok ukur prestisius. Ini dapat menjadi sebuah kekurangan bagi generasi ini dengan sifat ambisiusnya. Jika tidak dikelola dengan baik maka sifat tersebut akan membawa keburukan bagi generasi mereka ini.

GENERASI Z

generasi Z

(Sumber foto: https://glitzmedia.co/post/leisure/career-money/mengenal-karakter-4-generasi-baby-boomer-x-y-dan-milenial-dalam-pekerjaan)

Generasi ini tidak mengenal awal mula kemajuan teknologi. Mereka umumnya sudah “melek” teknologi. Di jaman yang segala sesuatunya serba terbuka & tidak ada gap antara yang baik & yang salah, pola pikir & karakter manusia jaman ini cenderung ingin yang serba instan & cepat tanpa dipikirkan dengan pertimbangan matang lebih dulu. Mereka kurang memahami bahwa segala sesuatunya membutuhkan sebuah proses. Sebagai contoh: adanya teknologi komputer yang dapat meng-copy paste tulisan dari internet milik orang lain sangat mudah dilakukan oleh manusia generasi ini. Bandingkan dengan generasi terdahulu yang tidak tahu soal meng-copy paste, menulis dengan teknologi mesin tik (sebuah alat canggih untuk menulis era itu) yang segala sesuatunya harus dipikirkan lebih dulu (di konsep) sebelum ditulis.

Generasi ini cenderung technology minded terhadap segala sesuatu. Popularitas bagi generasi ini adalah segalanya, mereka suka dipuji untuk sebuah prestasi sederhana. Contohnya, generasi ini cukup aktif di medsos, hanya dengan menulis postingan tentang sesuatu yang mereka pun belum memahami seutuhnya dengan harapan orang lain akan menilai mereka pintar dibidang itu. Bagi mereka jika dipuji akan lebih memotivasi mereka untuk melakukan itu kembali.

Kekurangannya generasi ini adalah mereka kurang suka dikritik, kurang sopan pada hirarki tingkatan & usia, memandang segala seuatu dengan simpel. Namun kelebihannya, generasi ini sangat berpikiran maju terutama dalam penguasaan teknologi, paham dengan segala sesuatu yang kekinian (updated), cepat tanggap pada sesuatu, mudah mengeluarkan pendapat dan yang paling menyenangkan adalah generasi ini bekerja karena kesenangannya (hobbynya), jika perusahaan tempat mereka kerja itu menyenangkan mereka akan sangat loyal pada perusahaan. Generasi ini jika dimanfaatkan dengan baik & maksimal akan banyak membawa perubahan pada perusahaan.

Bagi para praktisi SDM ataupun HRD sangat penting untuk mengetahui karakteristik karaywannya dari generasi kelahiran mereka. Dalam mengelola SDM kita juga mengelola manusia agar bisa manusiawi & dapat bekerja dengan baik dalam perusahaan untuk kemajuan perusahaan. Penting bagi karyawan untuk mengetahui bahwa dalam dunia kerja kita bekerja juga tergantung satu sama lain, perusahaan membutuhkan karyawan untuk mengoperasikan roda perusahaan, karyawan juga membutuhkan perusahaan untuk tempat mencari nafkah untuk keluarga. Sinergitas antara karyawan & perusahaan yang bahu membahu demi kemajuan perusahaan.

 

Salam super!!

(Penulis adalah mantan Pengacara di Jakarta & saat ini praktisi SDM di perusahaan swasta Indonesia)

NOTE:

Sumber foto: https://glitzmedia.co/post/leisure/career-money/mengenal-karakter-4-generasi-baby-boomer-x-y-dan-milenial-dalam-pekerjaan

Tulisan diambil dari berbagai sumber & pengalaman pribadi sebagai HRD selama 7 tahun

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PROXY WAR, HOAX & PERANG TANPA BENTUK

Kecanggihan teknologi saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hanya dalam hitungan detik saja teknologi dapat berubah & berkembang. Perkembangan teknologi saat ini tak dapat dipungkiri telah membawa kemudahan-kemudahan bagi masyarakat, sebagai contohnya adalah perkembangan gadget yang memanjakan masyarakat era ini dengan ada moda transportasi online. Walaupun saat ini moda transportasi online masih menjadi perdebatan & terjadi pertentangan di masyarakat, tidak bisa dipungkiri masyarakat modern saat ini memiliki pilihan dalam menggunakan sarana transportasi massal.

Perkembangan teknologi juga telah membuat terjadinya perubahan sosial yang menjadi salah satu faktor konflik sosial. Perdebatan & penolakan terhadap moda transportasi online adalah salah satu contoh konflik sosial yang terjadi karena perubahan teknologi. Selain pertentangan transportasi online yang saat ini masih terjadi di beberapa kota di Indonesia, konflik lain yang terjadi karena perkembangan teknologi di bidang teknologi informasi adalah maraknya berita hoax (bohong), fitnah, ujaran kebencian & disinformasi kebenaran. Ini merupakan sebuah tindak kejahatan jenis baru yang lebih dikenal dengan “cyber crime”.

Digitech

Hoax, fitnah, ujaran kebencian & disniformasi menjadi sangat mudah berkembang karena pelaku kejahatan cyber memanfaatkan adanya media-media sosial sebagai sarana untuk menyebarkannya. Masyarakat Indonesia yang memiliki populasi sekitar 250 juta penduduk merupakan pengguna media sosial (medsos) yang aktif di dunia. Lebih dari 51% jumlah penduduk Indonesia merupakan user dari medsos. Pengguna medsos di Indonesia pun menempati posisi nomor 4 paling “cerewet” di dunia maya. Namun ironisnya, ditengah besarnya jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan medsos tersebut, menurut data hasil survey WHO tahun 2015 lalu, penduduk Indonesia memiliki minat baca yang sangat buruk alias rendah. Bahkan dalam survey kemampuan literasi digital tahun 2017 lalu, dari 61 negara, penduduk Indonesia menempati posisi 60, hanya 1 tingkat diatas penduduk Botswana, sebuah negara kecil di Afrika. Inilah yang membuat hoax, ujaran kebencian, disinformasi sangat mudah berkembang & menyebar di Indonesia. Kebiasaan sebagian orang Indonesia adalah tidak pernah mencari tahu atau melakukan kroscek terhadap informasi yang beredar/diterima, sehingga lebih cenderung ditelan mentah-mentah kemudian disebarluaskan.

 

PROXY WAR

Sekitar 4 tahun terakhir kita mengenal kata “proxy war” , kata ini dipopulerkan oleh Jend. Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI. Proxy adalah Bahasa Inggris yang dalam Bahasa Indonesia berarti “wakil”, jadi yang dimaksud sebagai Proxy War adalah perang dengan menggunakan tangan pihak lain (wakil) untuk menyerang.

Dalam beberapa kesempatan saat masih menjabat sebagai Panglima Kostrad Jend. Gatot selalu mengkampanyekan bahayanya proxy war yang akan terjadi di Indonesia. Di acara talk show ILC pada edisi 7 November 2016 lalu Jend. Gatot bahkan mempresentasikan ancaman perang tersebut di Indonesia. Sebenarnya apa sih “proxy war” yang begitu ditakuti oleh seorang Jend. Gatot ini?

Proxy War adalah sebuah bentuk perang era modern dengan memanfaatkan pihak ketiga untuk menyerang pihak yang sedang bertikai. Perang ini bukan lagi seperti perang konvensional yang mempertemukan pihak bertikai saling berhadap-hadapan, melainkan menggunakan tangan pihak lain yang tidak bisa terdeteksi secara kasat mata, karena bisa menggunakan aktor-aktor lain yang berada di luar pihak bertikai, misalnya: NGO, institusi media, lembaga internasional dll.

puppetmaster

Selain proxy war, ada lagi yang dinamakan asymetric warfare (perang asimetris) yaitu perang memperebutkan penguasaan sumberdaya alam & aset suatu negara secara non militer. Berikutnya ada cyber warfare (perang siber/dunia maya). Cyber warfare adalah perang dengan memanfaatkan keunggulan aset lawan di teknologi informasi.

Pengamat intelijen, Stepi Anriani, dalam sebuah diskusi publik yang diadakan pada 13 Juni 2017 lalu mengatakan: “jika tiga bentuk peperangan itu (proxy war, asymmetric warfare & cyber warfare) dilakukan bersamaan maka akan menjadi peperangan yang mengerikan. Jika ketiga elemen perang ini bersatu, maka itulah yang disebut hybrid warfare. Inilah peperangan yang lebih mematikan abad ini,”

(sumber: Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Yang Lebih Berbahaya dari “Proxy War”…”, https://nasional.kompas.com/read/2017/06/14/08030021/yang.lebih.berbahaya.dari.proxy.war.. Penulis : Estu Suryowati)

Menkopolhukam Jenderal (purn) Wiranto bahkan mengatakan bahwa proxy war dapat berakibat kehancuran seluruh elemen bangsa “Jika ditaruh bom di Jakarta, Semarang tidak ikut hancur, tapi jika dengan proxy war semua bisa hancur”.

Perang terbuka seperti Perang Dunia I & Perang Dunia II dimana negara-negara bertikai saling berhadap-hadapan memang tidak terjadi, tetapi negara penyerang dapat menggunakan pihak lain seperti dari negara lain atau bahkan orang-orang negara yang diserang itu sendiri untuk menghancurkan dari dalam. Orang-orang dalam negara ini cukup “dipersenjatai”, dikelompokkan & didanai untuk membuat “chaos” di negara yang diserang dari dalam. Kemudian pihak ketiga ini dapat menciptakan skenario/isu yang mengadudomba elemen bangsa & akhirnya negara tersebut akan hancur dengan sendirinya dari dalam.

Bangsa Indonesia punya memiliki sejarah yang kurang baik dalam menghadapi isu sentimen kedaerahan atau agama saat jaman kolonial Belanda dengan politik “Devide et Impera“-nya yang tidak saja berhasil memecah belah persatuan bangsa bahkan hingga ke tatanan hukum & kehidupan sosial pun sukses dikotak-kotakkan oleh penjajah kolonial Belanda, hingga akhirnya Belanda menguasai Indonesia selama lebih dari 3 abad. Politik Devide et Impera adalah politik adu domba yang dilancarkan oleh penjajah kolonial Belanda untuk bertujuan menguasai dengan mudah nusantara dengan membentuk kelompok-kelompok kecil di masyarakat & kerajaan/pemerintahan masa itu serta mencegahnya untuk bersatu kembali. Taktik yang digunakan Belanda ketika itu adalah agitasi (penghasutan pada orang banyak untuk huru hara, pemberontakan, penyebaran kebencian, dll), propaganda, fitnah, diskriminasi terhadap satu kelompok, dsb.

devide et impera

Ilustrasi politik adu domba kolonial Belanda

 

ASYMMETRIC WARFARE & CYBER WARFARE

Sebagaimana yang dituliskan di bagian atas, asymmetric warfare & cyber warfare adalah bentuk perang era modern yang tidak lagi menggunakan pasukan tentara riil, namun menggunakan pasukan tentara yang kasat mata, tidak terdeteksi & bahkan aset bangsa sendiri sebagai ‘pion’ yang mampu menghancurkan.

Saat ini sebenarnya bangsa Indonesia sedang menghadapi hybrid warfare, dimana negara-negara lain sedang “menyerang” Indonesia. Kenapa demikian?

Pertama: posisi Indonesia yang sangat strategis berada ditengah 2 benua besar (Asia & Australia). Di 2 benua ini terdapat negara-negara yang cukup berpengaruh besar dalam tatanan politik dunia, Rusia, Tiongkok, Jepang, Korea, Australia. Negara-negara tersebut juga menguasai teknologi (yang harus diakui) berada diatas Indonesia.Negara-negara ini juga merupakan negara produsen dari beberapa teknologi dan persenjataan, sehingga sebagai produsen tentunya akan mencari pangsa pasar yang potensial dari segi ekonomi & bisnis, dan Indonesia adalah negara yang paling potensial untuk itu.

peta

Kedua: posisi Indonesia berada diantara 2 samudera, Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. 2 Samudera ini adalah bagian dari laut yang penting dan dari sisi ekonomi merupakan jalur strategis perdagangan dunia, lebih dari 50% jalur perdagangan dunia melewati samudera ini. Di Samudera Hindia saja memiliki jumlah penduduk hampir 3 milyar jiwa, yang secara ekonomi adalah pangsa pasar yang prospektif. Karena itulah ini adalah aset yang sangat besar & menjanjikan.

Ketiga: populasi penduduk Indonesia adalah nomor 4 terbesar di dunia dengan jumlah 250 juta jiwa atau sekitar 3,5% populasi dunia setelah Tiongkok (1,3 milyar = 18,8% penduduk dunia), India (1,2 milyar = 17,2% penduduk dunia) & Amerika Serikat (323 juta = 4,4% penduduk dunia). Dari 250 juta penduduk Indonesia tersebut 62,4 juta penduduk Indonesia adalah anak muda antara usia 12-25 tahun. Dengan populasi generasi muda yang mencapai 25% dari populasi nasional, adalah sebuah aset yang sangat besar untuk negara jika anak-anak muda ini mendapatkan kesempatan untuk menjadi maju dan pendidikan yang layak.

Tolak-Investasi-dan-tenaga-kerja-asing

Keempat: Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar & kaya. Indonesia memiliki luas wilayah 1.904.569 km2  dan merupakan negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. 60% wilayah Indonesia adalah lautan yang menyimpan potensi sumber daya alam yang besar namun belum terekploitasi secara maksimal. Potensi ini juga menjadi incaran dari negara-negara lain, contohnya saja illegal fishing oleh nelayan-nelayan luar. Secara antropologi Indonesia adalah bangsa yang heterogen yang memiliki keragaman suku, etnis/ras, ribuan pulau, ribuan bahasa/dialek. Indonesia juga memiliki keragaman agama yang diakui oleh negara.

Keragaman budaya & agama di Indonesia

Kelima: posisi Indonesia saat ini dalam tatanan peta politik global sudah diperhitungkan negara-negara besar. Pemerintahan Presiden Joko Widodo cukup mampu mengangkat nama Indonesia dalam percaturan politik dunia. Kiprah Indonesia dalam upaya menjaga perdamaian dunia juga sangat diperhitungkan. Pasukan Garuda TNI-POLRI yang dikirim dalam keikutsertaannya dalam perdamaian dunia sudah sangat dikenal oleh penduduk dunia & diakui kemampuannya. Tidak jarang pasukan perdamaian Indonesia ini mencetak prestasi yang membanggakan di luar negeri. Pasukan Garuda TNI-POLRI ini juga menjadi alat politik luar negeri Indonesia dalam menjaga perdamaian & ketertiban dunia, penyelesaian sengketa internasional & menjalankan amanah UUD 1945 tidak memihak pihak manapun (bebas aktif – non blok).

Garuda TNI UNIFIL

Pasukan Garuda UNIFIL di Lebanon saat penganugerahan medali PBB oleh Head of Mission & Force Commander Mayor Jenderal Micheal Beary (Foto: tniad.mil.id)

FPU POLRI 2

Wakapolri Komisaris Jenderal (Pol) Drs. Syafruddin saat melepas Pasukan Garuda Bhayangkara dalam Misi Perdamaian di Sudan tergabung dalam UN-FPU (United Nations Formed Police Unit) 22 Januari 2018 lalu (Foto: tribratanews.polri.go.id)

Berdasarkan data yang Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam publikasinya Government at a Glance 2017, yang dipublikasikan pada 13 Juli 2017, Indonesia menduduki peringkat pertama untuk Trust and Confidence in National Government. (sumber: http://setkab.go.id/indonesia-peringkat-pertama-dalam-tingkat-kepercayaan-masyarakat-terhadap-pemerintahnya/)

Dengan kelima keunggulan yang dimiliki oleh Indonesia itu, sudah bukan tidak mungkin Indonesia menjadi incaran bangsa lain, baik untuk tujuan positif maupun negatif.  Keunggulan bangsa Indonesia sekaligus dapat menjadi kelemahan bahkan ancaman bagi bangsa Indonesia. Tujuan positif adalah dengan melakukan kerjasama di berbagai sektor dengan Indonesia yang secara langsung akan memberikan manfaat besar bagi penduduk Indonesia, misalnya dengan terbukanya lapangan kerja baru untuk penduduk Indonesia, pembangunan infrastruktur penunjang negara. Sementara untuk tujuan negatif, bangsa lain memiliki hasrat untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang ketergantungan terhadap 1 negara atau pihak demi aset-aset bangsa, sumber daya alam & potensi wilayah Indonesia dapat dikuasai pihak asing.

Hybrid warfare yang kini tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah serangan cyber & perang asimetris yang menggerogoti kehidupan sosial masyarakat. Dalam 3 tahun terakhir serangan cyber di masyarakat Indonesia  mulai masif. Serangan cyber ini menyasar tanpa mengenal batasan usia, profesi, agama & suku. Masyarakat dibenturkan antar sesamanya dengan isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antar golongan). Isu ini sangat mudah membakar emosi masyarakat Indonesia yang sebagian besar masih belum memahami betul kebenaran informasi. 51% penduduk Indonesia adalah pengguna smartphone & android. Gadget teknologi terbaru sangat laris di pasaran masyarakat Indonesia. Namun sayangnya larisnya gadget & pesatnya perkembangan teknologi informasi tidak dibarengi oleh perkembangan minat baca & ilmu pengetahuan pada masyarakat.

Cyber Warfare

Cyber warfare adalah perang dengan memanfaatkan keunggulan dan kecanggihan teknologi informasi, jaringan internet & komputer. Medan perang ini adalah di dunia maya. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, banyak negara yang telah mengembangkan teknik perang siber, baik sebagai penyerang, untuk pertahanan atau sekaligus penyerang & bertahan. Tipe-tipe serangan siber antara lain:

  1. Spionase: tindakan memata-matai negara lain atau lawan;
  2. Sabotase: merusak sistim komputer lawan ;
  3. Denial of Service attack (DoS Attack): sama seperti sabotase yaitu membuat mesin-mesin yang dijalankan oleh sistim komputer menjadi rusak;
  4. Electronic Power Grid: merusak saluran utama kelistrikan yang menjalankan komputerisasi;
  5. Propaganda: menyebarkan berita/informasi untuk memprovokasi masyarakat.

Tahun 2017 lalu Kepolisian Negara Republik Indonesia berhasil membongkar sindikat penyebar fitnah, ujaran kebencian & provokasi masyarakat yang dikenal dengan nama kelompoknya “Saracen”. 3 orang tokoh utama Saracen ditangkap atas tuduhan penyebaran fitnah, penghinaan kepala negara, provokasi, hingga upaya makar. Kepada penyelidik Kepolisian mereka mengakui bahwa mereka sering digunakan oleh suatu kelompok yang memiliki kepentingan strategis dengan imbalan uang atas jasanya. Media yang mereka gunakan adalah media sosial (medsos) yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, seperti Facebook, Whatsapp, Twitter, Instagram. Mereka sering memosting berita atau informasi berantai yang provokatif, framing (membangun opini publik agar membenci sosok seseorang atau golongan/kelompok), trolling (membuat tulisan untuk memancing situasi), membuat hoax, mengedit foto, membuat meme terhadap satu situasi, dll.

_97491957_20993862_1833855566643291_7827254084271989512_n 3 Tokoh Saracen Ditangkap

Tahun 2018 Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan penangkapan kelompok pelaku penyebaran hoax, fitnah, ujaran kebencian & provokasi yaitu jaringan kelompok Muslim Cyber Army (MCA). Pelaku ditangkap di beberapa kota berbeda. Ironisnya, beberapa pelaku yang ditangkap adalah dari kalangan terpelajar & berpendidikan tinggi seperti guru, dosen atau profesional. Jika ada seorang guru saja yang bisa ditangkap atas tuduhan penyebaran ujaran kebencian, penghinaan kepala negara, bisa dibayangkan nasib generasi muda bangsa ini kedepannya. Bisa jadi jika anak-anak muda aset bangsa dididik oleh pengajar seperti pelaku penyebar kebencian yang ditangkap tadi akan menjadi pribadi yang anti terhadap pemerintah & intoleran pada kehidupan sosial masyarakat. pol2

BrigJend. (Pol) M. Fadil Imran, Dir. Tipid Siber Bareskrim Mabes Polri saat memberikan konferensi pers pasca penangkapan jaringan kelompok MCA di Mabes Polri beberap waktu lalu (Foto: mediaindonesia.com) 

Hoax berasal dari kata “hocus pocus” yang berarti menipu, kata ini sering digunakan sebagai mantra pertunjukan sulap. Seni sulap adalah sebuah seni yang menggabungkan kelihaian tangan, gerakan tubuh, ilmu kimia, fisika, biologi dan psikologi untuk memanipulasi orang lain. Hoax adalah kata yang sering digunakan untuk menunjukan sesuatu yang palsu, menipu mata & mengakali orang lain.

Hoax

Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax Septiaji Eko Nugroho menguraikan lima langkah sederhana yang bisa membantu dalam mengidentifikasi mana berita hoax dan mana berita asli. Berikut penjelasannya:

1. Hati-hati dengan judul provokatif

Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax.

Oleh karenanya, apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya Anda mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya Anda sebabagi pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2. Cermati alamat situs

Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

3. Periksa fakta

Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat. Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.

Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

4. Cek keaslian foto

Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

5. Ikut serta grup diskusi anti-hoax

Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Di grup-grup diskusi ini, netizen bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.

(sumber: https://kominfo.go.id/content/detail/8949/ini-cara-mengatasi-berita-hoax-di-dunia-maya/0/sorotan_media)

Asymmetric Warfare

Bangsa Indonesia saat ini juga tengah menghadapi serangan perang asimetris yang dilancarkan pihak asing. Seperti yang telah dituliskan diatas, Indonesia memiliki aset bangsa yang begitu besar & menjanjikan di masa depan. Jumlah anak muda Indonesia adalah 25% dari jumlah total populasi penduduk Indonesia.

Aset yang begitu besar ini kemudian dirusak sebagian oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Generasi muda dicekoki narkoba, LGBT, pergaulan bebas, ujaran kebencian hingga pendangkal akidah, akhlak & moral. Dengan cara seperti inilah akhirnya sebagian generasi emas Indonesia rusak karena menjadi ketergantungan terhadap obat terlarang, pergaulan bebas, akhlak & moralnya rusak.

Survey mengejutkan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan sebanyak 5,1 juta orang Indonesia adalah pengguna narkoba & zat aditif lainnya. Ironisnya sebanyak 40% dari pengguna narkoba di Indonesia adalah anak muda usia produktif dari kalangan pelajar hingga mahasiswa. (sumber: https://nasional.sindonews.com/read/1257498/15/40-pengguna-narkoba-pelajar-mahasiswa-1510710950). Ini berarti sekitar 2 juta lebih anak muda Indonesia adalah pengguna narkoba. Belum lama ini Tim Gabungan BNN, POLRI, TNI, Bea Cukai Indonesia berhasil menggagalkan penyelundupan hampir 5 ton narkoba dalam beberapa kali penangkapan di laut Kep. Riau. Bayangkan jika penyelundupan itu berhasil masuk negara ini, berapa juta lagi nasib anak muda akan menjadi pengguna narkoba?

Maraknya peredaran narkoba di Indonesia baru satu contoh bentuk perang asimetris,  contoh lainnya adalah pelaku pelanggaran hukum sering berlindung dibalik sistem hukum di Indonesia dengan berbagai alasan & argumen. Kasus pemukulan guru oleh murid bukan terjadi sekali dua kali di Indonesia. Guru menjadi seperti tidak berani bertindak tegas & memberikan sanksi disipliner pada siswa yang melanggar aturan karena siswa akan melakukan tindakan balasan pada guru atau dilaporkan pada pihak berwajib atas tuduhan kekerasan anak dibawah umur, atas dasar HAM & Perlindungan Anak. Kita tidak memungkiri anak harus mendapat perlakukan yang manusiawi & layak dari orang dewasa/orangtuanya, namun jika memang anaknya yang melanggar aturan atau nakal, apakah harus didiamkan tanpa diberikan sanksi hukuman? Jika anak salah namun tidak ditegur atau diberikan sanksi, maka anak akan cenderung permisif melakukan pelanggaran-pelanggaran lain yang bisa saja lebih besar karena dia menganggap melanggar kecil tidak ditindak, dia akan mencoba lagi pelanggaran lainnya, sampai pada akhirnya si anak tidak bisa lagi ditegur dengan baik-baik.

 

Perang Tanpa Bentuk

Perang tanpa bentuk atau proxy war saat ini memang tengah dihadapi oleh Indonesia. Kemajuan teknologi sudah demikian pesat sehingga memunculkan sebuah bentuk strategi perang model baru. Bulan Mei 2017 lalu Pemerintah Indonesia telah membentuk Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN). BSSN bertugas untuk menjamin dan menjaga keamanan negara dari serangan siber. Menkopolhukam Jenderal (purn) Wiranto dalam keterangan persnya mengatakan bahwa perang operasi militer pada era masa kini sudah ditinggalkan oleh banyak negara. “Perang militer akan sulit kita temukan lagi di dunia nanti, biaya mahal, dikutuk negara lain, kemudian tidak ada satu negara pun yang mau ambil resiko dikutuk negara lain atau di embargo dunia.” lanjut Wiranto. Menkopolhukam juga melanjutkan bahwa menghadapi ancaman perang tanpa bentuk ini Indonesia harus siap, tidak boleh terlambat, dan harus dapat memprediksi bentuk ancaman apa lagi yang akan dilakukan. Wiranto juga mengatakan, dari hasil pantauan pusat-pusat siber nasional, Indonesia setiap harinya mendapatkan jutaan serangan siber, karena itulah pembentukan BSSN sudah sangat dibutuhkan.

Badan_Siber_dan_Sandi_Negara.jpeg

Dalam menghadapi perang tanpa bentuk ini, bukan hanya menjadi tugas BSSN saja, tetapi juga menjadi tugas seluruh komponen bangsa harus ikut serta dalam menjaga keamanan negara terhadap ancaman perang tanpa bentuk ini. Indonesia memiliki modal yang cukup mumpuni untuk menghadapi perang tanpa bentuk ini. Indonesia memiliki letak geografis yang sangat strategis di dunia, Pancasila sebagai falsafah negara, demografi yang besar, serta kekayaan alam yang melimpah. Asalkan dikelola dengan baik, Indonesia akan menjadi negara terkuat. Seluruh komponen bangsa harus bersatu & tumbuhkan nilai-nilai nasionalisme yang kuat dalam diri setiap warga negara Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jika itu dapat kita lakukan, tidak akan ada pihak yang mampu memecah belah persatuan & kesatuan bangsa ini.

indonesia

–o0o–

 

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

ARTI MENJADI ORANG INDONESIA

Menjelang peringatan Hari Kemerdekan Ke-71 Republik Indonesia, kita mendapatkan berita tentang status kewarganegaraan dari seorang menteri dan seorang remaja putri anggota Paskibraka yang diragukan. Okelah kita tidak perlu membicarakan gimana status kewarganegaraan sang eks Menteri tersebut yang memang kontroversi, penuh intrik politik yang tidak bisa dijelaskan.

Kita bahas tentang remaja putri bernama Gloria Natapraja Hamel yang terpilih sebagai anggota Paskibraka Istana untuk perayaan Hari Kemerdekaan tahun ini. Gloria adalah anak dari pasangan Didier Hamel (WN Prancis) & Ira Natapraja (WNI). Dia lahir di Jakarta 16 tahun lalu, besar di Jakarta dan saat ini bersekolah di daerah Cinere, Depok.

Kegembiraan Gloria ternyata sirna saat menjelang pengukuhan anggota Paskibraka di Istana Negara status kewarganegaraannya malah dipermasalahkan. Gloria dianggap telah menerima paspor Prancis & berkewarganegaraan Prancis, negara asal ayahnya, sehingga dia dinyatakan tidak sah menjadi anggota pengibar bendera di Istana Negara pada 17 Agustus nanti. Menjawab tudingan itu Gloria langsung menulis surat terbuka yang ditujukannya pada Presiden Joko Widodo agar diberikan kesempatan bisa jadi anggota Paskibraka. Dalam surat tersebut, Gloria dengan percaya diri menyatakan bahwa dia mencintai Indonesia & tumpah darahnya hanya untuk Indonesia. Namun sayang, akhirnya impiannya harus kandas saat akan dikukuhkan Gloria tidak ada dalam pasukan.

Belajar dari masalah ini, timbul pertanyaan apakah nilai sebuah kesetiaan pada negara & menjadi WNI hanyalah sebatas tulisan di kertas blangko KTP atau paspor saja? Saya rasa tidak! Dalam pandangan saya, rasa cinta tanah air TIDAK hanya diwujudkan dalam bentuk tulisan diatas kertas. Untuk apa mengaku secara de jure sebagai WNI tapi hati & jiwa raganya tidak untuk NKRI? Rasa cinta tanah air NKRI ada didalam hati sanubari masing-masing. Tidak dapat dinilai hanya dari tulisan diatas kertas, hafal lagu kebangsaan, hafal teks Proklamasi, hafal teks Pancasila atau hafal UUD 1945. Mengku sebagai orang Indonesia tapi tidak pernah memperlihatkan, mengamalkan & menjalankan falsafah hidup yang berlandaskan Pancasila juga PERCUMA mengaku sebagai WNI. Buat apa identitas Indonesia anda tapi anda tidak cinta produk Indonesia, lupa akan budaya Indonesia, lupa dengan keragaman Indonesia, atau bahkan gembar gembor mau ganti ideologi Pancasila????

Menjadi seorang Indonesia seutuhnya adalah memberikan kontribusi yang berarti untuk bangsa & negara sesuai kemampuan yang dimiliki. Rasa cinta tanah air NKRI ada didalam hati sanubari setiap orang Indonesia & hanya dapat dilihat dari wujud tindakan nyata untuk bangsa & negara.

gg

Posted in Uncategorized | Leave a comment

71 Tahun Kemerdekaan Indonesia: Sebuah Renungan Untuk Persatuan & Kesatuan Bangsa Ditengah Ancaman Konflik Horisontal

17 Agustus 2016 nanti kemerdekaan Republik Indonesia akan berusia 71 tahun. Sebuah usia yang sudah melebihi separuh abad & sudah cukup tua, dimana 7 dekade lalu Ir. Soekarno & Dr. Moh. Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia setelah 350 thn dijajah oleh Belanda & 3,5 thn oleh Jepang.

Perang merebut kemerdekaan telah dilakukan oleh para pejuang nasional, dari barat sampai ke timur. Tak sedikit nyawa pejuang yang gugur demi tegaknya kemerdekaan bangsa ini. Para pejuang ini tak pernah memikirkan kepentingan pribadinya, harta & nyawa mereka pertaruhkan. Tak peduli suku, agama, pangkat atau kedudukan sosial. Semua bahu membahu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ketika proklamasi kemerdekaan dikumandangkan ke seantero negeri ini, kita dipersatukan oleh sebuah falsafah hidup bangsa yang bernama PANCASILA. Falsafah ini kelak akan menjadi cara pandang hidup tiap warga negara Indonesia. Sebuah falsafah yang mempersatukan seluruh elemen bangsa yang memiliki ratusan suku & ribuan pulau yang terhampar dari Sabang sampai Merauke.

Garuda

Namun bagaimanakah sebuah bangsa yang besar ini sampai bisa terjajah hingga ratusan thn oleh bangsa yang notabene memiliki wilayah kecil di benua Eropa & Asia? Keberagaman yang jadi kekuatan & keindahan negeri ini juga sekaligus dapat menjadi sebuah “bumerang” bagi Indonesia. Ibarat pedang bermata dua, kekayaan alam, budaya, agama, dapat menjadi “senjata makan tuan” apabila dirusak oleh orang yang tak bertanggungjawab & ingin mengambil keuntungan dari negeri ini.

Secara historis sebenarnya selain Belanda & Jepang ada bangsa lain yang pernah menjajah di Indonesia yaitu: Spanyol (1538 di Tidore), Portugis (1512 di Ternate), Inggris (1811-1816 di pulau Jawa). Bangsa asing berhasil menduduki Indonesia & mengeruk kekayaan alamnya dengan rentang waktu yang sangat lama karena mereka memahami pola pikir bangsa ini yang dapat dengan mudah dipecah belah dengan sentimen primordialis. Belanda berhasil menjalankan strategi “devide et impera”-nya yang terkenal itu bukan tanpa sebab. Mereka paham bahwa orang Indonesia pemikirannya mudah disusupi oleh hal-hal negatif & sensitif untuk memicu konflik. Sebab apabila bangsa ini bersatu akan sulit menjajahnya. Ibarat sebuah sapu lidi yang tebal, untuk mematahkannya harus dipisahkan satu persatu batang lidinya. Seperti itulah akhirnya hingga bangsa ini berhasil ditaklukan.

MerahPutih 1
Pemerintah kolonial Belanda berhasil memisah-misahkan penduduk Indonesia berdasarkan suku, agama, status sosial, keturunan, pendidikan & warna kulit. Belanda menganggap golongan keturunan Eropa (kulit putih) adalah ras tertinggi tingkatannya. Belanda bahkan juga memisahkan sistim hukum yang berlaku untuk wilayah dudukannya. Sebagai contoh: hukum di pulau Jawa, Sumatera, Madura belum tentu sama dengan hukum di pulau Kalimantan atau Sulawesi. Bukan itu saja, pulau di ujung timur Indonesia, Papua, saat itu hanya dijadikan tempat pembuangan tokoh-tokoh pejuang bangsa. Strategi yang hampir sama juga dilakukan oleh Belanda saat menduduki Afrika Selatan, dikenal dg politik Apartheid, politik pemisahan ras.

Perjuangan rakyat Indonesia ketika masih bersifat kedaerahan & banyak yang dipimpin oleh pemuka/tokoh masyarakat, kaum bangsawan hingga Raja/Sultan. Para tokoh-tokoh pemuda Indonesia menyadari bahwa jika perjuangan ini dilakukan sendiri-sendiri maka kemerdekaan yg diimpikan tak akan pernah terwujud. Maka pd 28 Oktober 1928 para pemuda Indonesia berikrar di Kongres Pemuda II di Batavia (Jakarta) utk bersatu demi bangsa. Pd Kongres Pemuda II ini juga merupakan pertama kalinya lagu kebangsaan “Indonesia Raya” diperdengarkan oleh WR Supratman. Pada akhirnya perjuangan kemerdekaan itu terbayarkan saat 17 Agustus 1945 Bung Karno & Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.Proklamasi ini juga merupakan kali pertama bendera Sang Saka Merah Putih dikibarkan.

MerahPutih 5

Kini, 71 thn sudah negeri ini merdeka dari penjajahan. Saat ini Indonesia sedang membangun negeri mengejar berbagai ketertinggalan dari negara lain. Namun sungguh ironis ditengah upaya mengejar ketertinggalan, negeri ini kembali didera isu-isu sentimen negatif terhadap sebagian kelompok masyarakat. Benih-benih perpecahan konflik horisontal antar elemen yang sudah ada sejak era penjajahan kolonial Belanda kembali dimunculkan oleh oknum-oknum provokator. Orang Indonesia saat ini begitu mudah diprovokasi dengan isu sensitif utk menyerang pihak lain yg dianggap lemah.

Kemajuan teknologi makin mempermudah menyebarnya “virus” provokasi ke berbagai kalangan. Informasi yang blm jelas kebenarannya langsung disebarluaskan tanpa ada klarifikasi atau konfirmasi lebih dulu pada sumber yang sebenarnya. Generasi muda lebih rentan dengan isu-isu ini krn kurangnya pemahaman tentang sejarah bangsa.

Berbagai kasus yg dipicu dari isu-isu sensitif dari keagamaan, sukuisme, status sosial kerap terjadi di berbagai tempat di Indonesia. Bahkan sudah bisa dikatakan mengkhawatirkan. Tindakan yang didasari emosi, langsung ditanggapi dengan aksi anarkis hingga brutal. Tak sedikit korban berjatuhan, bahkan aparat keamanan pun tak jarang jadi korban.

Primordialis sempit
Tidak adanya rasa saling hormat menghormati, tenggang rasa, saling menghargai saat ini jadi barang langka yg dimiliki oleh bangsa Indonesia. Saat SD dulu mungkin kita pernah dengar dg kalimat “Tepa Selira”. Kalimat ini memiliki arti dlm bahasa Jawa yang bermakna “mengukur segala sesuatu dengan diri sendiri”. Maksudnya adalah Hidup di dunia ini timbal-balik, balas membalas. Alangkah baiknya kalau dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak melakukan hal-hal yang kita sendiri ingin diperlakukan. Bila kita ingin melakukan sesuatu kepada seseorang, apakah berbicara atau bertindak sesuatu, tanyakan lebih dahulu pada diri kita sendiri. Suka apa tidak diperlakukan seperti itu. Bila tidak suka, lebih baik dihentikan saja, omongan atau tindakan yang akan kita lakukan.
Jika kita ingin melakukan sesuatu yang di nilai tdk baik atau bisa berakibat buruk pd orang lain, pikirkanlah dulu. Jika orang lain hendak melakukan itu pada diri kita hadapi dengan kebaikan. Bukankah tiap agama mengajarkan untuk berbuat kebaikan pada semua orang?

Di usia kemerdekaan yang sudah menginjak 7 dekade ini merupakan waktu sangat baik jika kita kembali merenungkan makna kemerdekaan yang hakiki. Para pejuang tidak berharap negeri ini pecah perang saudara hanya karena tidak adanya rasanya saling menghormati, saling menghargai, saling tenggang rasa menjaga perasaan masing-masing. Para pejuang menginginkan negeri ini berjaya selamanya untuk membayarkan pengorbanan mereka demi kemerdekaan Indonesia. Tanpa kenal lelah, pantang menyerah, tak ada batasan suku, agama, pangkat, mereka berjuang tanpa meminta pamrih. Cukuplah kita sebagai generasi penerus ini mengisi kemerdekaan untuk membangun negeri. Semua demi rasa cinta tanah air & jiwa nasionalisme pada negeri.

Semoga Allah selalu memberkahi & merahmati bangsa Indonesia.

Dirgahayu Ke-71 Republik Indonesia….

Jayalah selalu bangsaku…..Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya untuk Indonesia Raya…..

MerahPutih

(Sumber foto-foto: dari berbagai sumber media internet)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENGAMANAN DI KAWASAN INDUSTRI BATAMINDO SEBAGAI OBJEK VITAL NASIONAL

Sejak tahun 2014 lalu Kawasan Industri Batamindo telah menjadi kawasan industri yang merupakan objek vital nasional sektor industri (OVNI) berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 541 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Perindustrian No. 620/M-IND/Kep/12/2012 Tentang Objek Vital Nasional Sektor Industri. Apa yang mendasari Kementerian Perindustrian menganugerahi Kawasan Industri Batamindo sebagai OVNI? Kita bahas lebih lanjut berikut ini.

Dimensi ancaman pada jaman sekarang yang sudah serba maju dan canggih ini dapat datang dari mana saja dan dimana saja. Jika dulu ancaman hanya dapat terjadi di titik utama seperti simbol-simbol negara atau tempat-tempat tertentu saja, kini seiring dengan perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya masalah sosial kemasyarakatan, ancaman gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Sebagai contoh serangan bom di rumah ibadah, kantor perwakilan negara sahabat (Kedubes), tempat hiburan, tempat wisata, hotel, bahkan markas Kepolisian ataupun instalasi militer pernah dialami oleh negara ini. Kerugian paling besar adalah hilangnya ratusan nyawa manusia hingga kerugian materil. Dampaknya sudah pasti sangat besar. Ancaman dan gangguan terhadap sebuah Objek Vital Nasional (OBVITNAS) pada akhirnya akan membawa dampak pada stabilitas perekonomian, politik, keamanan negara dan tentu saja penyelenggaraan pemerintahan.

Definisi sebuah area menjadi kawasan objek vital nasional adalah sebuah area atau kawasan yang dikategorikan dapat menguasai hajat hidup orang banyak dan sangat vital bagi kelangsungan sebuah negara. Berdasarkan KEPPRES No. 63 Tahun 2004 Tentang OBVITNAS, suatu area yang dikategorikan sebagai objek vital nasional adalah:

 

  1. Ancaman dan gangguan terhadapnya dapat mengakibatkan bencana terhadap kemanusiaan dan pembangunan;
  2. Ancaman dan gangguan terhadapnya dapat mengakibatkan kekacauan transportasi, komunikasi secara nasional;
  3. Ancaman dan gangguan terhadapnya dapat mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan pemerintahan negara.

 

Kawasan Industri yang dikelola oleh PT Batamindo Investment Cakrawala ini telah berdiri sejak tahun 1990. Kawasan industri terpadu pertama di Kota Batam ini berlokasi di daerah Muka Kuning, Sei Beduk, Kota Batam, Kep. Riau. Hingga saat ini di dalam Kawasan Industri Batamindo ini dihuni sekitar 70 perusahaan swasta asing & domestik serta ratusan kamar dormitory yang menjadi tempat tinggal karyawan. Jumlah karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan asing/domestik tersebut berkisar sekitar 70 ribu orang. Perusahaan-perusahaan yang berada di Kawasan Industri Batamindo ini umumnya adalah perusahaan manufakturing elektronika yang mempunyai nilai perdagangan ekspor impor terhadap produk-produk yang dihasilkannya sebagai sumber pendapatan negara yang cukup tinggi dan mampu menunjang pembangunan serta perekonomian Kota Batam, bahkan Indonesia. Belum lagi jumlah tenaga kerja yang mampu diserap di perusahaan-perusahaan tersebut.

 

Atas dasar itulah Kementerian Perindustrian pada akhirnya di tahun 2014 lalu menganugerahi PT Batamindo Investment Cakrawala sebagai pengelola Kawasan Industri Batamindo dengan Kawasan Objek Vital Nasional Sektor Industri.

 

PENERAPAN PENGAMANAN KAWASAN INDUSTRI BATAMINDO

 

Sebagai sebuah kawasan OBVITNAS, Kawasan Industri Batamindo memberlakukan standar pengamanan yang disyaratkan oleh peraturan perundangan. Tujuannya adalah untuk memberikan kepastian rasa aman dan menjaga keberlangsungan jalannya kegiatan produksi perusahaan-perusahaan yang bernaung didalamnya. Kawasan Industri Batamindo sebagai kawasan yang menjadi tempat ribuan karyawan mencari nafkah dan mampu mendorong perekonomian nasional/daerah harus memiliki pengamanan yang sangat baik. Standar sistim pengamanan di OBVITNAS dapat dijadikan sebagai acuan pencapain kinerja secara berkala. Beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menilai kinerja sistim pengamanan di OBVITNAS antara lain adalah:

 

  1. Kebijakan pengamanan internal

Kawasan Industri Batamindo menerapkan sistim stiker kawasan bagi setiap kendaraan yang akan memasuki area. Kebijakan penggunaan stiker kawasan ini berlaku bagi kendaraan pribadi karyawan, kendaraan operasional perusahaan, bus antar jemput dan kendaraan umum (angkot dan ojek).

  1. Perencanaan sistim pengamanan

Perencanaan sistim keamanan di Kawasan Industri Batamindo berjalan dengan baik dan rapi. Setiap ada potensi gangguan keamanan telah ada planning untuk mengantisipasinya agar tidak terjadi ataupun meluas.

  1. Standar dan prosedur pengamanan

Kawasan Industri Batamindo telah memiliki standar operasional yang baku untuk menangani pengamanan internal. Prosedur resmi dapat diketahui oleh tenant-tenant dengan mudah berkat adanya pelayanan komunikasi yang baik dari pengelola kawasan.

  1. Kualifikasi personil tenaga keamanan

Tenaga pengamanan di Kawasan Industri Batamindo telah mendapatkan pelatihan yang memadai dari aparat Kepolisian dan TNI. Respon tanggap terhadap segala gangguan keamanan menjadi acuannya.

  1. Teknologi pengamanan

Perlengkapan keamanan yang dimiliki oleh personil pengamanan Kawasan Industri Batamindo telah memadai dan lengkap. Personil keamanan dibekali kendaraan operasional untuk patroli selama 24 jam, perlengkapan pelindung diri (Dalmas), pos-pos penjagaan yang tersebar di beberapa titik dan pintu gerbang kawasan termasuk tenaga satuan pengamanan untuk pencegahan bahaya kebakaran.

  1. Koordinasi dengan aparat Kepolisian

PT Batamindo Investment Cakrawala telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan aparat Kepolisian dari tingkat sektor (Polsek Seibeduk), resor kota (Polresta Barelang) dan Kepolisian Daerah Kep. Riau. Pihak Kepolisian rutin berpatroli dan berkunjung ke Kawasan Industri Batamindo untuk melakukan penyuluhan dan komunikasi dengan para tenant. Beberapa anggota Kepolisian dari PAM-OBVIT juga ada yang ditugaskan untuk menjaga di dalam kawasan. Apabila diperlukan TNI juga dapat diperbantukan untuk pengamanan kawasan industri.

  1. Kerjasama pengamanan swakarsa dan para stakeholders

Dalam rangka menjaga kondisi yang kondusif sebagai upaya untuk memberikan kepastian keberlangsungan usaha produksi perusahaan-perusahaan yang bernaung di Kawasan Industri Batamindo, setiap bulan pengelola kawasan selalu berkoordinasi dengan pimpinan-pimpinan perusahaan, Manager HRD, Serikat Pekerja, Dinas Tenaga Kerja dan Kepolisian. Diskusi kelompok rutin diadakan oleh pengelola kawasan dengan mengundang stakeholders. Semua punya kepentingan yang sama, yaitu menjaga keberlangsungan usaha produksi di perusahaannya masing-masing. Komunikasi yang efektif harus dijaga bersama agar tercipta hubungan industrial yang harmonis di dalam perusahaan dan menghindari terjadinya gesekan atau perselisihan akibat komunikasi yang kurang baik.

  1. Pengawasan dan pengendalian

Pengawasan dan pengendalian yang baik sangat penting dalam mejaga efektifitas kinerja pengamanan di lingkungan OBVITNAS seperti Kawasan Industri Batamindo. Koordinasi antar pihak harus dijaga dengan baik.

  1. Evaluasi berkala

Evaluasi terhadap dijalankannya suatu kebijakan harus dilakukan secara rutin dan berkala. Tujuannya adalah untuk memperbaiki, merevisi ataupun melakukan inovasi apabila dirasakan sebuah kekurangan dari standar yang ada.

  1. Review dan perbaikan sistim

Review terhadap kebijakan pengamanan selalu dilakukan rutin dalam tiap tahun. Review tersebut dapat dilakukan apabila memang ada perubahan kondisi yang terjadi.

 

Untuk saat ini standar minimum pengamanan di Kawasan Industri Batamindo sudah sangat memadai. PT Batamindo Investment Cakrawala mampu memberikan pelayanan pengamanan yang sangat baik pada tenant-tenantnya. Tentunya ini akan menjadi nilai tambah bagi calon-calon investor di Kota Batam dalam memilih lokasi usahanya.

 

 POTENSI ANCAMAN GANGGUAN TERHADAP KAWASAN INDUSTRI BATAMINDO

 

Potensi ancaman gangguan Kamtib yang dapat terjadi didalam Kawasan Industri Batamindo bisa berdampak serius pada pembangunan ekonomi dan kebutuhan hidup warga Kota Batam dikarenakan kawasan industri ini menjadi ladang mata pencaharian ribuan orang yang untuk menafkahi keluarganya. Apabila ada perusahaan yang terganggu keamanannya bukan tidak mungkin perusahaan tersebut akan berpikir ulang untuk melanjutkan usahanya di Kota Batam atau di Indonesia. Yang paling sering terjadi di kawasan ini adalah aksi atau demonstrasi blokade jalan hingga sweeping oleh sekelompok orang dengan mengatasnamakan memperjuangkan hak-hak pekerja.

 

Dalam 5 tahun terakhir dari tahun 2009 sampai 2014 Kawasan Industri Batamindo sempat mengalami berbagai kasus aksi dari kalangan pekerja hingga berakibat pada mogoknya produksi di perusahaan. Kondisi tentu saja sangat memprihatinkan banyak kalangan. Apabila perusahaan sampai tidak bisa beroperasi dengan normal karena gangguan-gangguan tersebut otomatis produksi terganggu dan tidak dapat memenuhi permintaan customernya. Jika customer sampai tidak puas dengan kinerja dan komitmen dengan perusahaan maka customer tentu akan dapat memutus kontrak kerjasamanya dan fatal akibatnya bagi keberlangsungan hidup perusahaan. Maraknya aksi mogok kerja, sweeping, blokade jalan atau demonstrasi di dalam perusahaan dan kawasan dituding oleh pengusaha sebagai “dalang” hengkangnya perusahaan-perusahaan dan investor asing. Investor asing hengkang maka lapangan kerja juga semakin hilang.

 

Banyaknya aksi demonstrasi pekerja juga disebabkan karena kurangnya pemahaman bagaimana hubungan industrial dengan, baik dari pihak pengusaha maupun pekerja itu sendiri. Disamping itu, kurangnya peran seorang HRD dalam menjembatani hubungan komunikasi yang baik antara manajemen perusahaan dan pekerja. Kasus yang terjadi di Drydock pada tahun 2011 lalu adalah gambaran kelam dari hubungan industrial di Kota Batam, karena kerusuhan ini dampaknya ke berbagai kawasan industri dan perusahaan asing sangat terasa. Ekspatriat menjadi cemas akan keselamatannya, perusahaan asing juga semakin kuatir akan kelangsungan usahanya di Indonesia.

 

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pengelola kawasan dengan mengadakan pertemuan rutin bersama pihak pengusaha, kalangan HRD, Serikat Pekerja dan pemerintahan setempat. Diskusi kelompok dengan membahas berbagai isu hubungan industrial selalu dilakukan oleh pengelola kawasan dan para tenant. Solusi ini cukup baik dan kemudian dijadikan acuan untuk pengelola kawasan lain dalam menjalin hubungan komunikasi antar para stakeholders.

 

Mengharapkan pemerintah selalu turun tangan juga tidak mungkin jika pemahaman tentang menjaga hubungan industrial yang harmonis tidak dipahami oleh pengusaha dan pekerja. Semua pihak harus memiliki visi dan misi yang sama untuk menghindari potensi gangguan keamanan di dalam Kawasan Industri Batamindo.

 

PENUTUP DAN KESIMPULAN

 

Berdasarkan KEPPRES No 63 Tahun 2004 POLRI memiliki kewenangan untuk menentukan standar pengamanan OBVITNAS seperti di Kawasan Industri Batamindo. POLRI secara bertahap juga harus meningkatkan jumlah dan kemampuan (skill) personilnya dalam mendukung pengamanan OBVITNAS di seluruh wilayah Indonesia. Potensi bentuk ancaman baru pun bukan tidak mungkin bisa terjadi di dalam Kawasan Industri Batamindo.

 

Standar pengamanan OBVITNAS yang diberlakukan di Kawasan Industri Batamindo sudah cukup memadai dan dijalankan dengan baik. Kerjasama yang dilakukan oleh POLRI dan para stakeholders di kawasan pun berjalan baik dan terkoordinir dengan rapi. Pertemuan-pertemuan yang melibatkan para pihak ini harus tetap dilakukan dalam rangka menjaga hubungan industrial yang harmonis sebagai salah satu bentuk pengamanan terhadap objek vital nasional.

 

Penulis:

Arnold Dharmawan Arsad, SH

HRGA Asst. Manager              

Anggota IPSM Kepri Bidang Advokasi & Hukum

Pembina Pramuka Saka Bhayangkara Polresta Barelang

Posted in Uncategorized | Leave a comment